Resep Tante Aina Part 1 - Resep Tante Aina -->

Resep Tante Aina Part 1

Sama laksana  orang dewasa, anak-anak pun  dapat merasakan  masalah kejiwaan. Salah satunya ialah  gangguan bipolar. Gangguan bipolar pada anak tidak jarang  kali tidak dikenali gejalanya. Padahal, bila   tidak segera terdeteksi dan ditangani, situasi  ini bisa dominan    buruk pada tumbuh kembang dan prestasi anak.

Gangguan bipolar yang terjadi pada anak dapat  terlihat dari adanya evolusi  mood yang sangat fanatik  dan cepat (mood swing). Sebagai contoh, seorang anak dengan gangguan bipolar dapat  tiba-tiba menjadi paling  murung, padahal sejumlah  saat sebelumnya terlihat paling  gembira.



Pola tingkah laku dan emosi yang dipunyai  anak memang ingin  belum stabil. Ada fase di mana anak jadi susah  diatur, gampang  tersinggung dan marah, atau bahkan memberontak. Dalam tidak sedikit  kasus, urusan  ini termasuk  normal dan bukan pertanda gangguan kejiwaan.

Namun pada anak penderita bipolar, evolusi  emosi dan perilaku terjadi paling  mudah, cepat, dan susah  ia kendalikan.

Jika tidak diobati, situasi  dapat memunculkan  masalah, contohnya  anak jadi tidak inginkan  sekolah, hubungan anak dengan family  atau temannya tidak harmonis, kecenderungan melukai diri sendiri, bahkan menciptakan  anak lebih berisiko guna  memiliki kemauan  bunuh diri atau kejangkitan  narkoba dan alkohol.

Tanda dan Gejala Bipolar pada Anak
Gejala bipolar pada anak ingin  sulit dikenali dan tidak jarang  kali sulit dipisahkan  dengan perilaku normal pada anak-anak. Beberapa gejalanya juga dapat  serupa  dengan gangguan mental lain, laksana  ADHD.

Kendati demikian, orang tua perlu meneliti  lebih lanjut andai  anaknya mulai mengindikasikan  perilaku yang menuju  gangguan bipolar.

Salah satu karakteristik  gangguan bipolar pada anak ialah  adanya sejumlah  fase mood yang dinamakan  episode. Episode bipolar ini terbagi menjadi tiga fase, yakni  episode mania (naik), episode depresi (turun), dan episode kombinasi keduanya.

Episode mania ditandai dengan mood yang meningkat. Pada fase ini, anak dengan bipolar dapat  merasakan motivasi  yang berlebihan. Sementara pada episode depresi, anak bakal  kehilangan semangat sampai  putus asa dampak  mood yang sedang menurun.

Dua urusan  yang sangat berbeda  tersebut datang silih berganti dalam jangka masa-masa  yang tidak terduga, dapat  dalam hitungan jam, hari, minggu, atau lebih lama lagi. Terkadang, terdapat  periode normal salah satu  kedua episode ini.

Berdasarkan episodenya, berikut ialah  beberapa fenomena  yang barangkali  muncul:

Episode mania
Gejala yang hadir  saat anak penderita bipolar menginjak  episode mania antara lain:

Terlihat paling  gembira dan mempunyai  perilaku yang tidak cocok  dengan dirinya atau anak seusianya, kemudian  tiba-tiba menjadi marah dan paling  agresif.
Berbicara dengan nada bicara yang terlampau  cepat dan terkadang tidak jelas, serta sangat gampang  mengubah  topik pembicaraan.
Sangat berenergi dan jarang beristirahat. Pada fase mania, anak barangkali  akan tidak sedikit  menghabiskan masa-masa  untuk menyaksikan  TV, bermain game, dan tidak inginkan  tidur.
Sering beranggapan  tidak realistis dan memiliki keyakinan  bahwa dirinya mempunyai  kekuatan super atau kedahsyatan  tertentu, contohnya  bahwa dirinya dapat  terbang.
Impulsif (perilaku sembrono) yang berlebihan atau mengerjakan  hal-hal berbahaya, contohnya  melompat terbit  dari mobil yang sedang berlangsung  atau melompat dari atap rumah.
Sulit konsentrasi  dan berkonsentrasi.
Episode depresi
Sedangkan pada episode depresi, fenomena  yang bakal  terlihat pada anak dengan gangguan bipolar merupakan :

Merasa kecil hati  dan putus harapan  tanpa karena  yang jelas.
Mudah marah, cemas, dan cemas  berlebihan.
Mudah lelah dan tidak jarang  mengeluh sakit di unsur  tubuh tertentu, contohnya  sakit perut atau sakit kepala.
Terlalu tidak sedikit  tidur atau malah  jarang tidur.
Sering santap  atau justeru  tidak inginkan  makan.
Malas beraktivitas atau kurang hendak  sekali  pada hal-hal yang seringkali  senang ia lakukan.
Lebih tidak sedikit  diam, tidak jarang  mengurung diri di kamar, dan tidak inginkan  bergaul.
Pesimis, putus asa, dan merasa dirinya tidak berguna.
Nekat melukai diri sendiri atau menyatakan hendak  bunuh diri.
Gejala-gejala di atas tidak bisa  dijadikan patokan utama guna  mendiagnosis anak merasakan  bipolar. Hal ini disebabkan  tidak seluruh  gangguan mood dan perilaku menandakan bahwa anak merasakan  gangguan bipolar. Bisa jadi fenomena  tersebut muncul dampak  masalah lain, contohnya  depresi pada anak.

Untuk meyakinkan  apakah gejala-gejala di atas diakibatkan  oleh gangguan bipolar, dibutuhkan  pengamatan atau pengecekan  psikologi anak oleh psikolog atau psikiater.

Penyebab Gangguan Bipolar pada Anak
Hingga kini, belum diketahui secara tentu  apa penyebab gangguan bipolar pada anak maupun orang dewasa. Namun, ada sejumlah  hal yang diperkirakan  dapat menambah  risiko seorang anak untuk merasakan  gangguan bipolar, yaitu:

Faktor keturunan
Seseorang berpotensi menderita bipolar andai  salah satu anggota keluarga, contohnya  ibu, ayah, atau kakaknya, pun  mengalami situasi  yang sama. Hal ini menandakan bahwa gangguan bipolar mungkin mempunyai  sifat  keturunan. Namun, urusan  ini masih perlu dianalisis  lebih lanjut.

Kelainan struktur dan faedah  otak
Di dalam otak, ada  senyawa kimia yang berperan sebagai penghantar rangsangan ke sel saraf di semua  tubuh. Senyawa ini disebut pun  dengan neurotransmiter. Jika jumlah neurotransmiter kurang, maka sistem pengendali kegiatan  otak, tergolong  yang menata  emosi dan perilaku, tidak dapat bermanfaat  sebagaimana har usnya.

Trauma psikologis
Selain hal  biologis di atas, gangguan bipolar pada anak juga diperkirakan  dapat diakibatkan  oleh desakan  atau stres berat yang menyebabkan  anak merasakan  trauma psikologis.

Trauma ini dapat  terjadi dampak  banyak hal, contohnya  perceraian atau kematian orang tua, pola asuh yang salah, kekerasan dalam lokasi  tinggal  tangga, atau perundungan (bullying).

Apakah Bipolar pada Anak Bisa Disembuhkan?
Hingga ketika  ini, belum ada tahapan  pengobatan yang bisa  menyembuhkan gangguan bipolar. Namun, fenomena  gangguan ini dapat  diringankan dengan obat-obatan, laksana  obat penstabil mood (mood stabilizer) dan antipsikotik, serta dengan psikoterapi oleh psikiater.

Selain guna  meringankan gejala, penanganan bipolar pada anak pun  bertujuan untuk:

Memastikan supaya  anak bisa  kembali belajar di sekolah dengan baik.
Mencegah anak terjerumus ke pergaulan bebas atau memakai  narkoba.
Menghindari anak dari perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) atau eksperimen  bunuh diri.
Memberikan sokongan  emosional pada anak dan menuntun  orang tua untuk menyerahkan  pola asuh yang sesuai.
Apabila anak mengindikasikan  tanda-tanda yang dicurigai sebagai gangguan bipolar, tidak boleh  ragu membawanya berkonsultasi ke psikiater guna  mendapatkan pengecekan  lebih lanjut. Jika memang ternyata anak merasakan  gangguan bipolar, dokter dapat menyerahkan  penanganan supaya  kondisi anak segera membaik.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Resep Tante Aina Part 1"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel