Resep Minuman Tante Aina Part 4 - Resep Tante Aina -->

Resep Minuman Tante Aina Part 4

Berbeda dengan ASI yang diserahkan  langsung, ASI perah yang disimpan dapat  basi lho, Bunda. Lalu, bagaimana anda  tahu bahwa ASI telah  basi??? Yuk, kenali firasat  ASI basi, supaya  Bunda tidak salah memberikannya untuk  Si Kecil.



ASI ialah  sumber nutrisi penting untuk  bayi. Namun, kualitas ASI dapat  berkurang dan bahkan ASI dapat  rusak bila   penyimpanannya tidak tepat atau ditabung  terlalu lama. Meminum ASI yang bukan lagi  segar atau telah  basi akan menciptakan  Si Kecil berisiko merasakan  gangguan pencernaan, laksana  muntah dan diare, lho, Bunda.

ASI yang baru diperah dan ditabung  dalam suhu ruangan usahakan  diminum oleh bayi sebelum 4 jam. Sedangkan ASI yang ditabung  di cold packs usahakan  diminum tidak cukup  dari 1 hari, dan bila  ditabung  di lemari pendingin dengan suhu 4 derajat Celcius usahakan  tidak diminum lagi sesudah  4 hari. Namun bila  ditabung  di freezer dengan suhu -18 derajat Celcius atau lebih dingin, ASI bisa  bertahan sampai  6-12 bulan.

Tanda-Tanda ASI Basi yang Perlu Bunda Perhatikan
Sebelum menyerahkan  ASI untuk  Si Kecil, selain mengecek  sudah berapa lama ASI disimpan, Bunda pun  perlu memerhatikan dulu terdapat  tidaknya sejumlah  tanda ASI basi inilah  ini:

ASI tidak larut ketika  botol digoyang-goyang perlahan
ASI perah yang ditabung  di suhu ruang atau di dalam kulkas lazimnya  akan terbagi menjadi dua lapisan. Pada lapisan atas, ASI seringkali  berwarna putih kekuningan dengan tekstur kental. Sedangkan di lapisan bawah, ASI berwarna lebih jernih  dengan tekstur lebih encer.

Hal ini normal sebab  kandungan lemak ASI lebih enteng  dan bakal  naik ke unsur  atas layaknya minyak bercampur dengan air. Nah, pada ASI segar, lapisan ini seharusnya pulang  menyatu ketika  wadah digoyang-goyang perlahan (tidak butuh  dikocok). Bila lapisan tidak menyatu, lagipula  nampak gumpalan di dalamnya, ASI Bunda barangkali  sudah basi.

ASI beraroma tengik atau masam
Aroma ASI serupa  seperti wewangian  susu sapi. Jika sudah ditabung  dan dibekukan, aromanya dapat  sedikit asam. Ada pun  ASI yang beraroma “seperti sabun“. Aroma ini normal sebab  adalah tanda solusi  lemak dampak  tingginya kadar enzim lipase.

Yang butuh  menjadi perhatian dan adalah tanda ASI basi ialah  bila aromanya pulang  menjadi  sangat asam, menyengat, dan tengik. ASI perah dengan bau laksana  ini usahakan  jangan diserahkan  kepada Si Kecil ya, Bunda.

ASI yang terasa laksana  susu basi
Di samping  memerhatikan konsistensi dan aromanya, Bunda pun  perlu mencicipinya. ASI yang masih baik terasa manis dan ringan. Ada yang menuliskan   rasanya serupa  dengan susu sapi, tetapi  terasa lebih encer. Beberapa ASI juga  samar-samar mempunyai  rasa laksana  makanan yang Bunda makan  sehari-hari.

Nah, bila   ASI perah yang Bunda simpan terasa asam atau rasanya laksana  makanan basi, usahakan  dilemparkan  saja ya, Bun. Itu menandakan bahwa ASI perah Bunda telah  basi.

Tips Mencegah ASI Perah Menjadi Basi
Penyebab ASI perah menjadi basi ialah  karena ASI perah ditabung  terlalu lama atau cara  penyimpanannya yang salah. Agar ASI perah tetap segar dan kualitas ASI tetap terjaga, kerjakan  tips sebagai berikut  dalam menyimpan ASI:

ASI usahakan  ditabung  dalam wadah kecil yang setiap  diberi label tanggal pemerahan. Cara ini memudahkan  Bunda untuk memahami  ASI mana yang me sti dikonsumsi Si Kecil terlebih dahulu dan ASI mana yang me sti dilemparkan  karena sudah melalui  batas masa-masa  penyimpanan.
Simpan ASI perah di wadah steril dan tertutup, contohnya  botol plastik atau wadah plastik eksklusif  ASI. Hindari menyimpan ASI di wadah berbahan gelas atau kaca sebab  rentan guna  retak sampai-sampai  mempermudah kontaminasi bakteri.
Sebisa barangkali  simpan ASI pada satu kulkas khusus guna  ASI, dan hindari mencampurnya dengan bahan makanan lain. Jangan terlalu tidak jarang  membuka dan memblokir  kulkas, sebab  dapat mengolah  suhu ASI perah yang sedang disimpan.
Bunda boleh membaur  ASI perah segar dengan ASI perah yang lebih dulu ditabung  di kulkas. Namun, pastikan dua-duanya  diperah pada hari yang sama. Tidak diizinkan  mencampur ASI yang diperah di hari yang bertolak belakang  atau yang tidak dapat  dipastikan kebersihannya.
Lakukan penyimpanan ASI dengan benar supaya  Si Kecil tetap dapat  memperoleh ASI yang berbobot | berbobot  | berkualitas  dan aman. Jika ASI sudah mengindikasikan  tanda-tanda ASI basi laksana  yang telah dilafalkan  di atas, usahakan  jangan diserahkan  lagi untuk  Si Kecil.

Bila Bunda tanpa sengaja menyerahkan  Si Kecil ASI basi, amati kondisinya. Bila ia merasakan  keluhan, laksana  diare dan muntah, segeralah periksakan ke dokter supaya  dapat ditangani.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Resep Minuman Tante Aina Part 4"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel