Resep Makanan Tante Aina Part 5 - Resep Tante Aina

Resep Makanan Tante Aina Part 5

Hipoksemia ialah  kondisi di mana kadar oksigen dalam darah rendah. Padahal, oksigen sangat dibutuhkan  untuk mengawal  organ dan jaringan tubuh tetap bermanfaat  dengan baik. Hipoksemia dapat  terdeteksi melewati  pemeriksaan jasmani  serta tes darah.

Hipoksemia merupakan situasi  serius yang membutuhkan  penanganan medis segera. Tanpa oksigen yang lumayan  (meski melulu  dalam waktu sejumlah  menit), organ-organ di dalam tubuh, laksana  jantung, otak, ginjal, dan organ urgen  lainnya dapat  rusak dan tidak bermanfaat  dengan baik. Yuk, cari tahu lebih tidak sedikit  tentang hipoksemia, penyebab, gejala, dan teknik  penanganannya.



Beberapa Penyebab Hipoksemia
Hipoksemia dapat diakibatkan  oleh sejumlah  penyakit atau situasi  medis tertentu meliputi:

Gangguan pernapasan atau paru-paru, laksana  acute respiratory distress syndrome (ARDS), asma, apnea tidur, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), emfisema, penyakit paru interstitial, pneumotoraks, edema paru, dan emboli paru.
Anemia, yaitu situasi  di mana darah kelemahan  sel darah merah yang sehat.
Penyakit kardiovaskular, laksana  gagal jantung, aritmia, dan penyakit jantung.
Syok.
Sepsis.
Gangguan ekuilibrium  asam basa, laksana  asidosis.
Keracunan atau efek samping obat-obatan tertentu.
Di samping  penyakit atau situasi  medis, hal  lingkungan pun  dapat mengakibatkan  jumlah oksigen dalam darah berkurang. Beberapa hal  lingkungan itu  termasuk:

Berada di elevasi  lebih dari 2.400 meter di atas permukaan laut atau lebih, contohnya  saat memanjat  gunung.
Berada di lingkungan sarat  asap cerutu  atau menjadi pengisap rokok  pasif.
Terpapar polusi udara yang parah.
Menghirup gas beracun yang mengakibatkan  paru-paru susah  bekerja.
Tanda dan Gejala Hipoksemia
Gejala hipoksemia dapat bertolak belakang  dari satu orang ke orang lain, tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Meski begitu, fenomena  yang sangat  umum terjadi merupakan :

Sesak napas atau napas berat.
Batuk-batuk.
Sakit kepala.
Linglung.
Jantung berdetak cepat.
Kulit, kuku, dan bibir membiru (sianosis) .
Penurunan kesadaran atau koma.
Untuk memahami  apakah fenomena  yang hadir  tersebut mengacu pada hipoksemia, diperlukan  pemeriksaan oleh dokter. Dalam menilai  diagnosis dan menggali  penyebabnya, dokter akan mengerjakan  pemeriksaan jasmani  lengkap, serta penunjang, laksana  tes darah dan Rontgen dada.

Untuk menilai  kadar oksigen di dalam tubuh, bisa  dilakukan sejumlah  pemeriksaan berikut:

Oksimetri nadi (pulse oximetry)
Oksimetri nadi ialah  tes guna  mengukur level oksigen dalam darah. Tes ini pun  dapat mendeteksi seberapa tepat guna  oksigen dialirkan ke semua  tubuh. Tes dilaksanakan  dengan mengapit  jari tangan, jari kaki, atau daun telinga dengan perangkat  oksimetri nadi.
Analisis gas darah
Pemeriksaan ini dilaksanakan  untuk mengukur kadar oksigen dan gas lainnya dalam darah, serta tingkat keasaman atau pH darah. Analisis gas darah dilaksanakan  dengan teknik  mengambil sampel darah dari pembuluh darah arteri pada lokasi  pergelangan tangan.
Tes pernapasan (spirometry)
Tes spirometri dilaksanakan  untuk memahami  seberapa optimal faedah  pernapasan kita  dan seberapa baik paru-paru membawa   oksigen ke semua  tubuh. Anda diwajibkan  menghembuskan napas dalam-dalam ke dalam tabung yang terhubung ke komputer atau mesin lain.
Langkah Penanganan guna  Mengatasi Hipoksemia
Penanganan hipoksemia bertujuan guna  meningkatan kadar oksigen dalam darah. Langkah penyembuhan  yang dipungut  pun bakal  tergantung pada seberapa parah hipoksemia yang dirasakan  dan penyebab yang mendasarinya.

Beberapa penanganan yang dapat dilaksanakan  adalah:

Terapi oksigen
Terapi oksigen memakai  masker atau selang yang dialiri oksigen (kanul nasal). Jika pasien tidak bisa  bernapas sendiri, barangkali  akan diperlukan  tindakan intubasi guna  memasang alat tolong  napas berupa pipa pada drainase  napas pasien.
Setelah pipa alat tolong  napas terpasang, dokter bisa  memompa oksigen melewati  kantong eksklusif  yang dialiri oksigen (ambu bag), atau menggunakan pertolongan  mesin ventilator.
Pemberian obat-obatan
Pemilihan obat-obatan dapat  sangat beragam, tergantung hal  penyebab hipoksemia pada pasien. Jika diakibatkan  oleh asma atau penyusutan  jalan napas, dokter dapat menyerahkan  obat bronkodilator dan kortikosteroid. Bagi  hipoksemia yang diakibatkan  oleh infeksi, misalnya sebab  sepsis atau pneumonia, maka dokter dapat menyerahkan  antibiotik.
Untuk hipoksemia yang diakibatkan  oleh anemia atau perdarahan berat, maka dokter dapat menyerahkan  penanganan berupa transfusi darah. Karena merupakan situasi  berat yang memerlukan  pemantauan medis ketat dan penyembuhan  yang tepat, maka pasien hipoksemia lazimnya  akan memerlukan  perawatan di ruang ICU.

Seperti dilafalkan  di atas, hipoksemia butuh  ditangani segera mungkin  oleh dokter di lokasi  tinggal  sakit. Jika tidak, hipoksemia dapat mengakibatkan  jaringan dan organ tubuh mengalami kehancuran  berat yang dapat menyebabkan  kegagalan faedah  organ, kehancuran  organ secara permanan, bahkan kematian.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Resep Makanan Tante Aina Part 5"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel