Resep Masakan Tante - Resep Tante Aina

Resep Masakan Tante

Suasana yang tidak nyaman atau pertengkaran dengan teman barangkali  tampak sederhana untuk  orang dewasa. Namun, bertolak belakang  jika situasi  tersebut dirasakan  oleh remaja. Jika tidak dipedulikan  berlarut-larut, urusan  ini dapat  memicu depresi pada remaja.

Remaja memang sering merasakan  perubahan keadaan  hati atau mood. Itulah sebabnya, remaja yang tampak  murung atau kecil hati  sering kali dirasakan  hal biasa, misalnya sebab  patah hati, mendapat nilai jelek, atau merasa tidak cukup  perhatian dari orang tua.



Padahal, dapat  jadi itu fenomena  depresi pada remaja. Jika dibiarkan, situasi  ini dapat  berlanjut dan mengakibatkan  munculnya kemauan  untuk menyakiti diri sendiri, bahkan bunuh diri.

Beragam Faktor Pemicu dan Gejala Depresi pada Remaja
Depresi pada remaja dapat  dipicu oleh pelbagai  faktor, mulai dari lingkungan, evolusi  hormon, empiris  traumatis, sampai  genetik atau keturunan.

Biasanya, depresi pada remaja memunculkan  keluhan dan fenomena  berupa:

Mudah menangis, tersinggung, dan marah sebab  hal-hal yang sederhana.
Kehilangan minat dalam melakukan kegiatan  sehari-hari.
Mudah menyalahkan diri sendiri.
Sulit berkonsentrasi, tidak jarang  bolos, dan nilai pelajarannya turun.
Sulit istirahat  dan insomnia.
Mudah merasa lelah.
Sering sakit kepala atau sakit perut.
Tidak nafsu santap  atau malah  makan berlebihan.
Depresi pada remaja lebih susah  untuk terdeteksi, sebab  remaja memang sering merasakan  perubahan mood. Oleh sebab  itu, orang tua, keluarga, dan guru me sti lebih peka terhadap evolusi  perilaku remaja.

Jika evolusi  mood atau perilaku remaja terlihat dilangsungkan  lama dan hingga  mengganggu aktivitasnya, usahakan  remaja itu  segera dibawa guna  berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Beberapa pertanyaan yang seringkali  akan dikemukakan  oleh psikolog dan psikiater untuk memahami  apakah seseorang merasakan  depresi merupakan :

Adakah hal-hal tertentu yang sedang mengganggu pikiranmu?
Apakah anda  rasakan?
Apakah nafsu santap  dan pola tidurmu merasakan  perubahan?
Apakah akhir-akhir ini anda  sering merasa lelah atau laksana  kehabisan energi?
Apakah pernah muncul kemauan  untuk menyakiti dirimu sendiri, atau bahkan kemauan  untuk bunuh diri?
Apakah akhir-akhir ini anda  menggunakan alkohol atau narkoba?
Peran Orang Tua Membantu Atasi Depresi pada Remaja
Jika seorang remaja ditetapkan  menderita depresi, dokter bakal  memberikannya penanganan berupa psikoterapi dan obat-obatan antidepresan, obat-obatan antidepresan.

Selama penyembuhan  berlangsung, orang tuanya butuh  melakukan sejumlah  cara inilah  untuk menolong  anak remaja mereka pulih dari depresi:

1. Pelajari mengenai  depresi
Cara kesatu  yang dapat  dilakukan orang tua untuk menolong  anak remaja menanggulangi  depresi ialah  dengan mempelajari segala sesuatu yang bersangkutan   dengan depresi, contohnya  bagaimana me sti menyikapinya dan bagaimana kiat  berkomunikasi dengan penderita depresi.

Dengan memahami  informasi mengenai  depresi, orang tua jadi dapat  lebih mengetahui  apa yang sebenarnya dirasakan  dan dialami  oleh anak mereka.

2. Dengarkan kisah  anak
Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu tahapan  sederhana yang perlu dilaksanakan  oleh orang tua. Ketika akan memperhatikan  keluh kesah dan kisah  anak, pilihlah lokasi  atau keadaan  yang nyaman.

Orang tua juga dapat  memancing anak dengan menanyakan hal-hal sederhana, seperti: Bagaimana harimu? Apa yang sedang anda  rasakan? Bagaimana teman-temanmu? Tanyakan dengan perlahan dan tidak boleh  terkesan menginterogasi.

Saat seorang anak remaja merasa nyaman bercerita tanpa dihakimi dan merasa diandalkan   oleh orang tuanya, seringkali  dia bakal  mau terbuka tentang  masalah yang sedang dihadapinya.

3. Ajak remaja merealisasikan  gaya hidup sehat
Berolahraga dapat  membantu membetulkan  suasana hati. Oleh sebab  itu, untuk menolong  remaja meringankan fenomena  depresi, ajaklah dia berolahraga secara berkala.  Sebisa mungkin, imbangi pun  dengan gaya hidup sehat lainnya, laksana  mengonsumsi makanan bergizi dan tidur  yang cukup.

4. Batasi pemakaian  gadget
Untuk menolong  mengatasi depresi pada remaja, orang tua pun  perlu menyerahkan  aturan dan batasan waktu pemakaian  gadget. Ajaklah anak guna  lebih tidak jarang  melakukan pekerjaan  yang positif dan bergaul dengan lingkungan yang baik.

Gejala depresi pada remaja tidak jarang  kali terselubung dan gagal guna  terdeteksi. Padahal, situasi  ini tidak dapat  dianggap sepele dan penanganannya juga  tidak dapat  dilakukan dalam masa-masa  singkat. Oleh sebab  itu, orang dewasa selaku orang tua atau guru butuh  lebih jeli dalam mengenali evolusi  mood dan sikap pada anak-anak remaja.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Resep Masakan Tante"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel